Tenaga Kerja dari Toraja pada Proyek Jalan dan Jembatan di Nduga Papua ikut Jadi Korban Pembunuhan Kelompok Separatis

Terhadap peristiwa serangan berdarah oleh kelompok separatis Papua, Pangdam VII Cendrawasih dan Kapolda Papua telah menerjunkan tim bersama menuju ke lokasi pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Dari berbagai sumber,  diinformasikan ada 24 orang pekerja (kabar terakhir 31 orang pekerja) dari PT Istaka Karya (BUMN) yang saat kejadian sedang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, dikabarkan tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Data sementara dari sumber kepolisian, nama-nama pekerja PT Istaka yang berada di Distrik Yall Kab. Nduga, diantaranya berasal dari Toraja, adalah sebagai berikut :

  1. Jhony Arung
  2. Anugrah
  3. Alrpianus
  4. Muh. Agus
  5. Aguatinus T
  6. Martinus Sampe
  7. Dirlo
  8. Matius
  9. Emanuel
  10. Calling
  11. Dani
  12. Tariki
  13. Markus Allo
  14. Aris Usi
  15. Muh. Faiz
  16. Yusran
  17. Ayub
  18. Yosafat
  19. M.Ali Akbar
  20. Petrus Ramli
  21. Hardi Ali
  22. Efrandi Hutagaol
  23. Rikki Simanjuntak
  24. Marg Mare

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI, Yosua Pandit Sembiring, bersama Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar, memimpin langsung penyelidikan.

Sebelumnya, pihak Polda Papua membenarkan adanya informasi 31 pekerja pembangunan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dibunuh kelompok KKB.

Sebanyak 31 orang yang bekerja perusahaan milik PT Istaka Karya, bekerja untuk membuka isolasi di wilayah pegunungan tengah Papua itu, sampai saat ini jenazahnya belum bisa diambil, dikarenakan lokasinya jauh dari ibukota Nduga dan Kabupaten Jayawijaya yang terdekat dari wilayah pembangunan jembatan.

“Besok saya dengan Kapolda Papua akan menuju pegunungan tengah untuk mengecek kebenaran informasinya. Nanti, kalau informasinya sudah didapat akan kami sampaikan publik,” ungkapnya.

“Kami tahu di lokasi informasi kejadian ini, tidak ada sinyal sama sekali,” ungkap Pangdam ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Informasi yang diterima dari berbagai sumber, para pekerja pembangunan jembatan itu diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat salah satu pekerja mengambil foto, hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB, hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba membenarkan informasi itu.

“Saya terima informasinya seperti itu. Kalau kelompok KKB ada melakukan upacara dan salah satu dari pekerja tak sengaja melihatnya dan mengambil foto. Itu membuat mereka marah hingga kelompok ini pun membunuh para pekerja yang ada di kamp,” katanya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, beberapa waktu lalu. (dbs).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply