Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika Hingga Pertengahan Tahun 2018 Mencapai Total 3,559 Ton

Bea Cukai dan BNN hari ini Senin (28/5/2018), melakukan konfrensi pers setelah kembali  berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika.
Hingga Mei 2018, Bea Cukai telah berhasil melakukan 192 penindakan dengan jumlah total barang bukti  hasil penindakan mencapai 3,559 ton. Capaian ini meningkat dari tahun 2017 dengan jumlah sebanyak 346 kasus penyelundupan narkotika dengan total barang bukti hasil penindakan mencapai 2,139 ton.

“Peningkatan jumlah tangkapan dan pengungkapan jaringan penyelundupan ini merupakan buah kerja keras Bea Cukai yang beberapa di antaranya juga merupakan hasil dari sinergi dengan pihak BNN, Polri dan instansi lain,” ujar Heru Pambudi di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Dari hasil pengungkapan kasus ekstasi, petugas mencurigai paket yang diduga berisi narkotika dan kemudian melakukan pemeriksaan. Hasilnya. petugas menemukan ekstasi yang telah dibuat dalam bentuk beberapa paket.

Paket pertama ditemukan 3.080 butir tablet, paket kedua 3.163 butir tablet, paket  ketiga ada 2.993 tablet dan pada paket keempat ditemukan 3.268 butir tablet. Tablet tersebut kemudian diperiksa di minilab Bea Cukai Soekarno Hatta dan hasilnya menunjukkan bahwa tablet tersebut adalah ekstasi.

“Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta kemudian berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan controlled delivery terhadap dua paket barang kiriman dengan tujuan ke Bogor dan Cikarang. Sementara untuk kedua paket sisanya, Bea Cukai Soekarno Hatta dan BNN juga berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandung,“ kata Heru.

Dilain tempat dari hasil pengintaian di daerah Bogor dimulai tanggal 2 April 2018 hingga 13 April 2018, tidak ada pihak yang melakukan pengambilan paket kiriman tersebut.

Baru dari hasil inspeksi controlled delivery di daerah Cikarang, petugas berhasil mengamankan seseorang berinisial MJP yang datang mengambil paket di Kantor Pos. Selain itu petugas juga berhasil mengamankan tiga orang lainnya berinisial YH, RY, dan S, mereka menyatakan diperintah oleh dua orang berinisial JN dan WL yang ternyata merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, (dbs).

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply