GUBERNUR ANIES BASWEDAN RESMIKAN KAMAR PANGERAN DIPONEGORO DAN PAMERAN KONTEMPORER JAKARTA KOTA KOSMOPOLITAN

Jakarta,tongkonantoraja.com-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Kamar Pangeran Diponegoro dan Pameran Kontemporer Jakarta Kota Kosmopolitan, di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (1/4/2019).

Acara Peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Dr.Eddy Junaedi, Peter Carey Sejarawan Inggris, Keluarga Pangeran Diponegoro Ki Roni Sodewo,  Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi, Kakanwil BPN DKI Jakarta, H. Jaya, Para Duta Besar, Ibu Nina Akbar Tanjung, Prof.Wardiman Djojonegoro,Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati.

Pameran 400 Tahun Batavia dilaksanakan untuk memberikan gambaran dan informasi tentang perkembangan kota Jakarta dari sejak berada dibawah kekuasaan kolonial hingga menjadi ibukota RI. Tema kosmopolitan diangkat sebagai benang merah yang memperlihatkan perkembangan kota dan penduduknya yang beragam dan terbiasa untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia.

Dalam pameran 400 Tahun Batavia ada empat tema utama yang ditampilkan untuk menggambarkan perkembangan karakter kosmopolitan masyarakat Jakarta. Keempat tema itu adalah perkembangan karakter kosmopolitan masyarakat Jakarta. Keempat tema itu adalah perkembangan pasar, transportasi, pakaian dan makanan. Tema-tema yang dipilih untuk ditampilkan merupakan aspek-aspek kehidupan masyarakat Jakarta yang memperlihatkan bagaimana budaya yang masuk kekota ini diterima dan kemudian diadaptasikan secara kreatif untuk menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melalui Pameran 400 Tahun Batavia diharapkan masyarakat akan mendapatkan informasi tentang perkembangan kota terbesar di Indonesia ini berdasarkan beberapa cirinya yang utama, yaitu Jakarta yang multietnis dan mudah beradaptasi dengan budaya-budaya baru. Dengan memahami karakter Jakarta yang terbuka terhadap pengaruh para pendatang, masyarakat akan mengerti bahwa meskipun ada banyak perubahan yang terjadi sebagai akibat dari pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kota, tetapi Jakarta dan penduduknya tidak pernah kehilangan jati dirinya dan selalu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut.

Laporan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Dr. Eddy Junaedi mengatakan hari ini ada penyerahan 4 sertifikat 4 Museum Sejarah oleh Kepala Kanwil.BPN DKI Jakarta yakni Museum Sejarah Jakarta, Museum Djoang 45, Museum MH Thamrin, Museum Taman Prasasti.

Sambutan Sejarawan Peter Carey mengatakan sesuatu yang sangat spesial sekali sangat Hero, dan dimana Pangeran Diponegoro ditahan disini,”katanya.

Ia melanjutkan terima kasih buat semua terutama yang ada di Belanda yang telah melibatkan suatu proyek dan museum ini merupakan museum sejarah yang ada kontak bathin antara pengunjung dengan Pangeran Diponegoro untuk kita mempelajari sejarah, ada 4 kamar Pangeran Diponegoro di Indonesia, Tegalrejo, Magelang, disini dan di Makasar,”jelasnya.

Sambutan Ki Roni Sadewo perwakilan Keluarga Pangeran Diponegoro menyatakan hari ini 489 tahun sang Pangeran Diponegoro meninggalkan tanah Jawa sebagai orang yang tertangkap, meskipun Pangeran Diponegoro sudah tiada tetapi masih tetap ada dalam sanubari bangsa Indonesia, dan tidak.pernah ada negara yang besar tanpa ada sejarah yang besar ini, dan kami telah mengadakan pameran lukisan Pangeran Diponegoro dengan pengunjung yang luar biasa, apa yang kami lakukan sebagai contoh bagi bangsa Indonesia agar mentularkan sifat tauladan Pangeran Diponegoro kepada kita semua,”katanya.

Adanya penyerahan sertifikat untuk 4 Museum yakni Museum Sejarah Jakarta,MH Thamrin, Museum Prasasti dan Museum Djoang 45 dari Kepala Kanwil BPN DKI Jakkarta, H.Jaya kepada Badan Aset Daerah  Pemda DKI Jakarta.

Dalam.sambutannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah pada hari ini mewakili jutaan bangsa Indonesia dalam sejarah Pangeran Diponegoro dalam.perjalanannya, dimana kekuatan dari Pangeran Diponegoro adalah melawan ketimpangan, keadilan di Tanah Jawa,”katanya.

Pangeran Diponegoro.menjalani keadaan yang sangat berat, dan kekuatan Museum adalah mengkonfersi sesuatu menjadi ruang, dan apresiasi kepada Peter Carey,Nina Akbar Tanjung, Wardiman Djojonegoro,Keluarga Pangeran Diponegoro, dan lainnya yang telah memberikan andil yang sangat besar sebagai andil di Museum di Jakarta, salah satunya di Museum ini,”katanya.

Ia melanjutkan perjalanan Pangeran Diponegoro kita harud ketahui dan sudah ada bukunya dan saya ucapkan teriman kasih kepada semua yang terlibat dibelakang layar, juga kepada sekolah-sekolah agar mengajak.anak-anak murid mengunjungi Museum Kamar Pangeran Diponegoro ini,”jelasnya.(IM).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply